Nugraha, Reza Julianto (2025) Pengendalian Kualitas Produk Pengencang Klip Radiator di PT. Pilarco Menggunakan Metode Six Sigma Untuk Mengurangi Cacat. Diploma thesis, UBP Karawang.
1. File Judul_250001_20416226201239_Reza Julianto Nugraha.pdf
Download (1MB)
2. ABSTRAK_250001_20416226201239_Reza Julianto Nugraha.pdf
Download (129kB)
3. DAFTAR ISI_250001_20416226201239_Reza Julianto Nugraha.pdf
Download (259kB)
4. BAB_I_250001_20416226201239_Reza Julianto Nugraha.pdf
Download (318kB)
5. BAB II_250001_20416226201239_Reza Julianto Nugraha.pdf
Restricted to Registered users only
Download (921kB)
6. BAB_III_250001_20416226201239_Reza Julianto Nugraha.pdf
Download (166kB)
7. BAB IV_250001_20416226201239_Reza Julianto Nugraha.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
8. BAB V_250001_20416226201239_Reza Julianto Nugraha.pdf
Download (67kB)
9. DAFTAR PUSTAKA_250001_20416226201239_Reza Julianto Nugraha.pdf
Download (175kB)
10. LAMPIRAN_250001_20416226201239_Reza Julianto Nugraha.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
11. ARTIKEL_250001_20416226201239_Reza Julianto Nugraha.pdf
Restricted to Registered users only
Download (680kB)
Abstract
Penelitian ini membahas kecacatan pada proses pelapisan logam produk pengencang klip radiator di PT. Pilarco. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis cacat dominan, faktor penyebab, dan memberikan rekomendasi perbaikan kualitas. Data primer meliputi data kuantitatif seperti jumlah produksi, jenis cacat, serta hasil wawancara menggunakan FMEA. Data sekunder mencakup literatur terkait metode Six Sigma, DMAIC, dan FMEA. Hasil penelitian menunjukkan cacat buram sebagai jenis dominan (42%), diikuti cacat gores (32%) dan titik hitam (26%). Dari Tabel DPMO dan nilai sigma produk pengencang klip radiator menunjukkan bahwa tingkat DPMO sangat fluktuatif, dimana terdapat titik DPMO yang paling tinggi yaitu sebesar 38.194 dengan kapabilitas sigma paling rendah 3,27 dan nilai DPMO paling rendah yaitu 8.130 dengan kapabilitas sigma paling tinggi 3,90. Penyebab utama cacat meliputi faktor mesin, metode, dan lingkungan kerja. Mesin yang kotor pada proses plating dan activating menyebabkan produk buram dan berjamur. Selain itu, suhu berlebih pada proses drying oven menimbulkan titik hitam, sementara pengaturan barang yang kurang efektif menyebabkan goresan dan kerusakan fisik lainnya. Dari hasil perhitungan tabel RPN didapat bahwa cacat buram pada pengencang klip radiator mendapat nilai yang paling tinggi yaitu sebesar 175, cacat gores 100 poin dan cacat titik hitam 75 poin. Untuk meningkatkan kualitas plating, disarankan perusahaan mempekerjakan tenaga ahli plating untuk mengawasi proses electroplating. Perusahaan juga perlu memperhatikan SOP, pengecekan berkala, dan pemeriksaan kualitas. Selain itu, perlu diterapkan jadwal perawatan rutin pada mesin dan area kerja guna meminimalkan kecacatan dan meningkatkan kualitas produk secara maksimal.
Kata Kunci : Pengencang Klip Radiator, DPMO, DMAIC, RPN
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 02:02 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 02:02 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5660 |
