Yandita, Fierro Meioris (2026) Perilaku Agresif Remaja Broken Home; Apakah Pola Asuh Otoriter Dan Kontrol Diri Dapat Memengaruhi ? Psikostudia : Jurnal Psikologi, 15 (1). ISSN 2657-0963
1 COVER_250027_21416273201074_Fierro Meioris Yandita.pdf
Download (789kB)
2 DAFTAR ISI_250027_21416273201074_Fierro Meioris Yandita.pdf
Download (327kB)
3 ARTIKEL_250027_21416273201074_Fierro Meioris Yandita.pdf
Restricted to Registered users only
Download (918kB)
4 LAMPIRAN_250027_21416273201074_Fierro Meioris Yandita.pdf
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
Abstract
Remaja dengan keluarga broken home cenderung mengalami gangguan dalam perkembangan emosi dan sosial akibat kurangnya kelekatan dan dukungan dari orang tua. Kondisi keluarga yang tidak harmonis dapat memunculkan tekanan psikologis yang berujung pada perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pola asuh otoriter dan kontrol diri terhadap perilaku agresif pada remaja broken home di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja berusia 12–18 tahun di Kabupaten Karawang dengan jumlah ±400.000. Metode sampel yang digunakan ialah non-probability sampling dengan teknik convenience sampling. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5%, diperlukan minimal 348 partisipan. Untuk mengukur pola asuh otoriter, digunakan skala Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ) dari Robinson. Kontrol diri diukur menggunakan Brief Self-Control Scale (BSCS) dari Tangney, serta perilaku agresif diukur dengan Aggression Questionnaire yang dikembangkan oleh Buss dan Perry. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, artinya adanya pengaruh yang signifikan antara pola asuh otoriter dan kontrol diri terhadap perilaku agresif. Hasil uji koefisien determinasi (R Square) menunjukkan angka sebesar 0.708 atau 70.8%. Pola asuh otoriter memberikan pengaruh lebih besar sebanyak 48%, sedangkan kontrol diri sebesar 22.8%. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua dan pengasuh perlu menghindari pola asuh otoriter yang dapat memicu perilaku agresif pada remaja, serta pentingnya penguatan kontrol diri melalui pendidikan emosional, bimbingan konseling, dan kegiatan positif di lingkungan keluarga maupun sekolah agar terbentuk perilaku yang lebih adaptif.
Kata Kunci : Remaja, Broke home, Pola Asuh Otoriter, Kontrol Diri, Perilaku Agresif.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Psychology |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 06:56 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 06:56 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/6052 |
