Parental Education And Its Impact On Sibling Rivary Among Teenager

Rohim, Abdul (2025) Parental Education And Its Impact On Sibling Rivary Among Teenager. EDUCATIONE: Journal of Education Research and Review, 3 (2). ISSN 2986-2183

[thumbnail of 1 File judul_250014_21416273201231_Abdul Rohim.pdf] Text
1 File judul_250014_21416273201231_Abdul Rohim.pdf

Download (545kB)
[thumbnail of 2 File daftar isi_250014_21416273201231_Abdul Rohim.pdf] Text
2 File daftar isi_250014_21416273201231_Abdul Rohim.pdf

Download (151kB)
[thumbnail of 3 File Artikel_250014_21416273201231_Abdul Rohim.pdf] Text
3 File Artikel_250014_21416273201231_Abdul Rohim.pdf
Restricted to Registered users only

Download (616kB)
[thumbnail of 4 Lampiran_250014_21416273201231_Abdul Rohim.pdf] Text
4 Lampiran_250014_21416273201231_Abdul Rohim.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang krusial, yang sering kali ditandai oleh ketidakstabilan emosi Sehingga meningkatnya sibling rivalry, yang secara umum ditemukan dalam dinamika keluarga di Indonesia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gaya pengasuhan memiliki peran yang signifikan dalam pembentukan sibling rivalry. Namun, studi yang mengkaji fenomena ini dalam konteks Indonesia, khususnya pada populasi remaja, masih tergolong terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gaya pengasuhan otoritatif, otoriter, dan permisif terhadap Sibling Rivalry di kalangan remaja di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain kausal-komparatif. Responden pada penelitian in berjumlah 385 orang yang didapatkan dari rumus Cochran dengan rentang usia 11–17 tahun. Skala yang digunakan pada penelitian ini menggunakan skala Sibling Rivalry dan Skala Pola asuh PSDQ. Hasil analisis regresi berganda mengungkapkan bahwa pola asuh otoritatif secara signifikan terkait dengan berkurangnya Sibling Rivalry, sementara pola asuh otoriter dan permisif terkait dengan meningkatnya Sibling Rivalry, dengan pola asuh permisif menunjukkan efek yang paling kuat. Secara kolektif, gaya pengasuhan menyumbang 78,9% varians dalam Sibling Rivalry, yang menekankan peran utamanya dalam hubungan antar saudara pada remaja, oleh karena itu, seluruh hipotesis yang ada dinyatakan diterima. Temuan ini menguatkan relevansi teori pengasuhan dan menunjukkan perlunya pengembangan program bimbingan orang tua untuk mendorong hubungan antarsaudara yang lebih sehat dan mendukung perkembangan remaja secara optimal. Implikasi praktis ditujukan kepada orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam membina dinamika keluarga yang positif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan faktor tambahan seperti urutan kelahiran, stres keluarga, dan status sosial ekonomi dengan menggunakan pendekatan longitudinal atau metode campuran guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.

Kata Kunci: Remaja, Perkembangan, Gaya Pengasuhan, Hubungan Saudara Kandung,Sibling rivalry

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Psychology
Depositing User: Pustakawan UBP Karawang
Date Deposited: 28 Jan 2026 02:39
Last Modified: 28 Jan 2026 02:39
URI: http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5782

Actions (login required)

View Item
View Item