Mulyana, Alim (2025) Perbaikan Proses Produksi Injector Untuk Mengurangi Rasio NG 2MS Menggunakan Pendekatan Statistical Quality Control (SQC) Di Perusahaan Otomotif. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 JUDUL_250085_18416226201216_Alim Mulyana.pdf
Download (984kB)
2 ABSTRAK_250085_18416226201216_Alim Mulyana.pdf
Download (114kB)
3 DAFTAR ISI_250085_18416226201216_Alim Mulyana.pdf
Download (95kB)
4 BAB I_250085_18416226201216_Alim Mulyana.pdf
Download (129kB)
5 BAB II_250085_18416226201216_Alim Mulyana.pdf
Restricted to Registered users only
Download (350kB)
6 BAB III_250085_18416226201216_Alim Mulyana.pdf
Download (334kB)
7 BAB IV_250085_18416226201216_Alim Mulyana.pdf
Restricted to Registered users only
Download (671kB)
8 BAB V_250085_18416226201216_Alim Mulyana.pdf
Download (41kB)
9 DAFTAR PUSTAKA_250085_18416226201216_Alim Mulyana.pdf
Download (187kB)
10 LAMPIRAN_250085_18416226201216_Alim Mulyana.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sekaligus meningkatkan proses produksi komponen injector di sebuah perusahaan otomotif dengan menitikberatkan pada pengendalian cacat 2ms, yang tercatat sebagai jenis kecacatan paling dominan dalam satu tahun terakhir. Cacat tersebut muncul saat pengujian laju aliran bahan bakar pada kondisi idle, menandakan adanya ketidaksesuaian distribusi aliran di sistem injector. Untuk mengidentifikasi penyebab dan mengurangi variasi proses, digunakan metode Statistical Quality Control (SQC) melalui check sheet, diagram pareto, peta kendali, dan diagram sebab-akibat. Analisis menunjukkan cacat 2ms plus disebabkan suplai bahan bakar melebihi batas spesifikasi, sedangkan 2ms minus terjadi akibat suplai di bawah standar. Kedua kondisi ini berdampak buruk terhadap kestabilan idle dan performa mesin. Faktor dominan penyebab cacat berasal dari aspek mesin, seperti perawatan pencegahan yang kurang terjadwal, kalibrasi yang jarang dilakukan, serta keausan jig dan aspek manusia, yaitu keterampilan operator yang belum optimal, kedisiplinan rendah, serta minimnya pendampingan bagi tenaga baru. Sebagai tindak lanjut, penelitian menyarankan penerapan preventive maintenance terstruktur, kalibrasi rutin, standardisasi pengaturan mesin, serta penguatan pelatihan dan evaluasi operator. Implementasi rekomendasi ini diharapkan mampu menekan angka cacat 2ms, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat sistem mutu jangka panjang perusahaan.
Kata Kunci : pengendalian kualitas, injector NG 2ms, statistical quality control (SQC)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 03:19 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 03:19 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5737 |
