Aprianto, Arief Bilma (2025) Analisis Pengendalian Kualitas Produk di Perusahaan Kertas Menggunakan Metode Statistical Prosess Control (spc) dan Fault Tree Analysis (FTA). Diploma thesis, UBP Karawang.
1 File Judul_250083_20416226201237_Arief Bilma Aprianto.pdf
Download (168kB)
2 File Abstrak_250083_20416226201237_Arief Bilma Aprianto.pdf
Download (217kB)
3 File Daftar Isi_250083_20416226201237_Arief Bilma Aprianto.pdf
Download (123kB)
4 BAB I_250083_20416226201237_Arief Bilma Aprianto.pdf
Download (131kB)
5 BAB II_250083_20416226201237_Arief Bilma Aprianto.pdf
Restricted to Registered users only
Download (355kB)
6 BAB III_250083_20416226201237_Arief Bilma Aprianto.pdf
Download (244kB)
7 BAB IV_250083_20416226201237_Arief Bilma Aprianto.pdf
Restricted to Registered users only
Download (818kB)
8 BAB V_250083_20416226201237_Arief Bilma Aprianto.pdf
Download (42kB)
9 Daftar Pustaka_250083_20416226201237_Arief Bilma Aprianto.pdf
Download (106kB)
10 Lampiran_250083_20416226201237_Arief Bilma Aprianto.pdf
Restricted to Registered users only
Download (636kB)
Abstract
Perusahaan kertas mengalami masalah kualitas produk, di mana tingkat cacat melebihi target yang ditetapkan perusahaan sebesar 0,6%. Dari data produksi pada proses coating bulan Juli hingga Desember 2024, dengan total produksi 24.219.626 kg memiliki cacat tertinggi pada bulan Oktober, yaitu 27.889 kg dengan persentase 0,64%, yang didominasi oleh kotoran BP sebesar 12.931 kg sehingga mengindikasikan perlunya evaluasi lebih lanjut. Histogram menggambarkan bahwa persentase tertinggi terletak pada cacat kotoran BP sebesar 47,44 %. Dari hasil diagram pareto terlihat bahwa yang mendominasi adalah kotoran BP sehingga menjadi fokus utama dalam menyelesaikan masalah yang terjadi selama proses coating. Dapat dilihat pada bulan oktober memiliki unit cacat yang melebihi batas atas tertinggi sebanyak 12.931 kg dari total 4.158.348 kg dengan nilai proporsi cacat sebesar 0,4637 dibandingkan dengan batas atas cacat sebesar 0,4784. Hal tersebut menandakan bahwa rasio defect sangat tinggi sehingga diperlukan pencegahan terkait dengan defect yang tidak terkendali serta diperlukan perbaikan. Dari hasil diagram sebab akibat dikerahui bahwa terdapat bebarapa permasalahan yang menjadi penyebab terjadinya kotoran BP. Faktor man memiliki peranan penting dalam pengawasan kualitas bahan baku serta pembersihan mesin harus sesuai dengan SOP yang berlaku sehingga meminimalisir terjadinya kotoran BP. Faktor manusia menjadi faktor penyebab terjadinya kotoran BP tertinggi dengan akar masalah meliputi “SOP ada, tapi belum ada jadwal pembersihan mesin secara rutin, Tidak ada pengawasan operator dijalankan SOP atau tidak, Operator kurang paham pentingnya SOP pembersihan” sehingga perlu diperbaiki sesegera mungkin.
Kata Kunci : Defect, Kotoran BP, Kualitas
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 03:17 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 03:17 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5735 |
