Hakim, Lukmanul (2025) Implementasi Metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Dalam Pengendalian Kualitas Produk di Perusahaan Ban. Diploma thesis, UBP Karawang.
1. file judul_250005_20416226201064_Lukmanul Hakim.pdf
Download (625kB)
2. file abstrak_250005_20416226201064_Lukmanul Hakim.pdf
Download (121kB)
3. daftar isi_250005_20416226201064_Lukmanul Hakim.pdf
Download (115kB)
4. bab I_250005_20416226201064_Lukmanul Hakim.pdf
Download (87kB)
5. bab II_250005_20416226201064_Lukmanul Hakim.pdf
Restricted to Registered users only
Download (544kB)
6. bab III_250005_20416226201064_Lukmanul Hakim.pdf
Download (356kB)
7. bab IV_250005_20416226201064_Lukmanul Hakim.pdf
Restricted to Registered users only
Download (741kB)
8. bab V_250005_20416226201064_Lukmanul Hakim.pdf
Download (43kB)
9. daftar pustaka_250005_20416226201064_Lukmanul Hakim.pdf
Download (224kB)
10. lampiran_250005_20416226201064_Lukmanul Hakim.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
11. artikel_250005_20416226201064_Lukmanul Hakim.pdf
Restricted to Registered users only
Download (539kB)
Abstract
Perusahaan Ban merupakan anak perusahaan produsen ban asal Taiwan yang beroperasi di Indonesia, memproduksi ban untuk sepeda motor, sepeda, dan mobil. Perusahaan menghadapi permasalahan cacat produk, seperti bead terjepit atau terkelupas, permukaan ban tidak rata, serta cekungan pada produk. Selama periode Januari hingga Juni 2024, rata-rata persentase cacat mencapai 4,75%, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 0,4%. Tingginya tingkat cacat ini berdampak pada efisiensi produksi, biaya perbaikan, serta kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian kualitas yang lebih ketat untuk memastikan standar produksi terpenuhi. Penelitian ini menerapkan Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) guna mengidentifikasi faktor penyebab cacat serta menentukan prioritas perbaikan. Hasil SPC menunjukkan bahwa cacat dominan adalah blister, foreign material, light, bend tire bead, dan pinch bead dengan jumlah cacat tertinggi terjadi pada bulan Mei sebanyak 3.792 unit. Analisis FMEA mengungkapkan bahwa cacat foreign material memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah foreign material (252), pinch bead (252), light (216), blister (216), dan bend tire bead (216). Usulan perbaikan mencakup penerapan SOP ketat terkait kebersihan operator, peningkatan inspeksi bahan baku, pelatihan operator dalam pemasangan bead, optimasi parameter curing, serta peningkatan sistem pemantauan produksi. Dengan implementasi perbaikan ini, diharapkan tingkat kecacatan dapat berkurang, efisiensi produksi meningkat, serta kualitas ban yang dihasilkan semakin terjaga sesuai standar yang ditetapkan perusahaan.
Kata Kunci: Statistical Process Control, Failure Mode and Effects Analysis, Pengendalian Kualitas.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 02:09 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 02:09 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5664 |
