Ujung, Rizky Marsada Ukur (2025) Pengembangan Teh Herbal Rami (Boehmeria nivea L.) Untuk Antidiabetes Dengan Stevia dsn Kayu Manis. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 File Judul_250081_21416248201026_Rizky Marsada Ukur Ujung.pdf
Download (382kB)
2 FIle Abstrak_250081_21416248201026_Rizky Marsada Ukur Ujung.pdf
Download (414kB)
3 File Daftar Isi_250081_21416248201026_Rizky Marsada Ukur Ujung.pdf
Download (539kB)
4 BAB I_250081_21416248201026_Rizky Marsada Ukur Ujung.pdf
Download (328kB)
5 BAB II_250081_21416248201026_Rizky Marsada Ukur Ujung.pdf
Restricted to Registered users only
Download (438kB)
6 BAB III_250081_21416248201026_Rizky Marsada Ukur Ujung.pdf
Download (593kB)
7 BAB IV_250081_21416248201026_Rizky Marsada Ukur Ujung.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
8 BAB V_250081_21416248201026_Rizky Marsada Ukur Ujung.pdf
Download (311kB)
9 Daftar Pustaka_250081_21416248201026_Rizky Marsada Ukur Ujung.pdf
Download (441kB)
10 Lampiran_250081_21416248201026_Rizky Marsada Ukur Ujung.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
11 ARTIKEL_250081_21416248201026_Rizky Marsada Ukur Ujung.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Salah satu pendekatan yang potensial dalam upaya preventif dan manajemen diabetes adalah penggunaan bahan alam sebagai minuman fungsional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi Teh herbal berbahan dasar daun Boehmeria nivea (rami) yang dikombinasikan dengan Stevia rebaudiana dan Cinnamomum burmannii sebagai agen antidiabetes. Evaluasi dilakukan melalui uji organoleptik, kandungan total fenolik, serta aktivitas in-silico, in-vitro, dan in-vivo. Tiga formulasi diuji: C1 (100% rami), C2 (73% rami, 23% stevia, 4% kayu manis), dan C3 (68% rami, 28% stevia, 4% kayu manis). Hasil uji organoleptik menunjukkan formulasi C2 paling disukai panelis. Formulasi ini juga memiliki kandungan fenolik tertinggi sebesar 942,61 mg GAE/L. Uji in-vitro menunjukkan C2 memiliki aktivitas penghambatan enzim α-amilase sebesar 73%. Studi in-silico menunjukkan senyawa aktif seperti quercetin, kaempferol dan rutin memiliki afinitas ikatan kuat terhadap enzim α-glukosidase dan α-amilase. Uji in-vivo pada mencit diabetes menunjukkan bahwa dosis 250 mg/kg BB dan 1000 mg/kg BB dari formulasi C2 mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa formulasi C2 memiliki potensi terbaik sebagai minuman fungsional antidiabetes.
Kata kunci: Boehmeria nivea, Stevia rebaudiana, Cinnamomum burmannii, Teh herbal, Antidiabetes
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 08:27 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 08:27 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5535 |
