Romadhona, Dwi Yulia Salma (2025) Pengaruh Self-Compassion Terhadap Regulasi Emosi Pada Remaja Yang Memgalami Broken Heart di Karawang. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 FILE JUDUL_250014_21416273201204_Dwi Yulia Salma Romadhona.pdf
Download (783kB)
2 FILE ABSTRAK_250014_21416273201204_Dwi Yulia Salma Romadhona.pdf
Download (416kB)
3 FILE DAFTAR ISI_250014_21416273201204_Dwi Yulia Salma Romadhona.pdf
Download (343kB)
4 BAB I_250014_21416273201204_Dwi Yulia Salma Romadhona.pdf
Download (164kB)
5 BAB II_250014_21416273201204_Dwi Yulia Salma Romadhona.pdf
Restricted to Registered users only
Download (99kB)
6 BAB III_250014_21416273201204_Dwi Yulia Salma Romadhona.pdf
Download (456kB)
7 BAB IV_250014_21416273201204_Dwi Yulia Salma Romadhona.pdf
Restricted to Registered users only
Download (534kB)
8 BAB V_250014_21416273201204_Dwi Yulia Salma Romadhona.pdf
Download (37kB)
9 DAFTAR PUSTAKA_250014_21416273201204_Dwi Yulia Salma Romadhona.pdf
Download (154kB)
10 LAMPIRAN_250014_21416273201204_Dwi Yulia Salma Romadhona.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
11 ARTIKEL_250014_21416273201204_Dwi Yulia Salma Romadhona.pdf
Restricted to Registered users only
Download (687kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap regulasi emosi pada remaja yang mengalami broken heart di Karawang. Broken heart atau patah hati merupakan pengalaman emosional yang intens, terutama bagi remaja, dan seringkali berdampak negatif terhadap keseimbangan psikologis mereka. Salah satu kemampuan penting dalam menghadapi kondisi ini adalah regulasi emosi, yang memungkinkan individu menilai, mengelola, serta mengekspresikan emosi secara tepat. Self-compassion, atau belas kasih terhadap diri sendiri, dipandang sebagai salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Responden berjumlah 263 remaja usia 12–22 tahun yang mengalami patah hati dan berdomisili di Karawang. Alat ukur yang digunakan adalah Self-Compassion Scale (SCS) yang diadaptasi dari Neff (2003) dan skala Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dari Gross & John (2003). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara self- compassion terhadap regulasi emosi, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,614 atau 61,4%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-compassion yang dimiliki remaja, semakin baik kemampuan mereka dalam mengatur emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-compassion memiliki peran penting dalam membantu remaja mengelola emosi setelah mengalami patah hati. Oleh karena itu, upaya pengembangan self-compassion di kalangan remaja perlu menjadi perhatian dalam intervensi psikologis dan pendidikan emosional.
Kata kunci: self-compassion, regulasi emosi, broken heart.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Psychology |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 03:55 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 03:55 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5436 |
