Pengaruh Inflasi Dan Suku Bunga Terhadap Harga Saham Pada Sektor Industri Otomotif Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024

Nopitasari, Epi (2026) Pengaruh Inflasi Dan Suku Bunga Terhadap Harga Saham Pada Sektor Industri Otomotif Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024. Jurnal Ekonomi Efektif (JEE), 8 (3). ISSN 2622-9935

[thumbnail of 1. File Judul_260048_22416261201308_Epi Nopitasari.pdf] Text
1. File Judul_260048_22416261201308_Epi Nopitasari.pdf

Download (245kB)
[thumbnail of 2. File Daftar Isi_260048_22416261201308_Epi Nopitasari.pdf] Text
2. File Daftar Isi_260048_22416261201308_Epi Nopitasari.pdf

Download (51kB)
[thumbnail of 3. File Artikel_260048_22416261201308_Epi Nopitasari.pdf] Text
3. File Artikel_260048_22416261201308_Epi Nopitasari.pdf
Restricted to Registered users only

Download (369kB)
[thumbnail of 4. Lampiran_260048_22416261201308_Epi Nopitasari.pdf] Text
4. Lampiran_260048_22416261201308_Epi Nopitasari.pdf
Restricted to Registered users only

Download (437kB)

Abstract

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap harga saham pada perusahaan sektor industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif serta analisis jalur (path analysis). Metode ini dipilih karena mampu menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel secara simultan, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pengaruh variabel makroekonomi terhadap harga saham. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari BPS, Bank Indonesia, dan BEI dengan sampel 4 perusahaan dengan total 80 data triwulan melalui teknik purposive sampling. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan suku bunga berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham sektor otomotif. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor makroekonomi bukan penentu utama pergerakan harga saham sektor otomotif. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa investor sebaiknya lebih memprioritaskan analisis fundamental perusahaan dibandingkan hanya mengandalkan indikator inflasi. Sementara itu, bagi pelaku industri otomotif, perubahan suku bunga dapat dijadikan sebagai indikator penting dalam menyusun strategi pembiayaan dan penjualan, terutama dalam menghadapi dinamika kebijakan moneter.

Kata kunci: Inflasi, Suku Bunga ; Harga Saham ; Industri Otomotif ; Pasar Modal.

Item Type: Article
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Management
Depositing User: Pustakawan UBP Karawang
Date Deposited: 25 Sep 2026 06:36
Last Modified: 25 Sep 2026 06:36
URI: http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/6372

Actions (login required)

View Item
View Item