Analisis Kerugian Petani Padi Di Kabupaten Karawang (Studi kasus pada petani di desa pasir awi kecamatan rawamerta)

Paujiah, Andini Nur (2025) Analisis Kerugian Petani Padi Di Kabupaten Karawang (Studi kasus pada petani di desa pasir awi kecamatan rawamerta). CEEJ: Community Engagement and Emergence Journal, 6 (1). ISSN 2715-9752

[thumbnail of 1. File Judul_250173_21416261201241_Andini Nur Paujiah.pdf] Text
1. File Judul_250173_21416261201241_Andini Nur Paujiah.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2. Daftar Isi_250173_21416261201241_Andini Nur Paujiah.pdf] Text
2. Daftar Isi_250173_21416261201241_Andini Nur Paujiah.pdf

Download (266kB)
[thumbnail of 3. Artikel_250173_21416261201241_Andini Nur Paujiah.pdf] Text
3. Artikel_250173_21416261201241_Andini Nur Paujiah.pdf
Restricted to Registered users only

Download (785kB)
[thumbnail of 4. Lampiran_250173_21416261201241_Andini Nur Paujiah.pdf] Text
4. Lampiran_250173_21416261201241_Andini Nur Paujiah.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan menjelaskan faktor penyebab kerugian, tingkat kerugian, serta strategi yang dilakukan dalam menghadapi risiko tani pada petani padi di desa Pasirawi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria yaitu petani padi yang mengalami gagal panen. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap responden dengan menggunakan kuesioner. Adapun data sekunder didapatkan dari institusi yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini. Metode analisis yang diterapakan adalah perhitungan pendapatan dengan rumus Π = TR – TC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil panen padi dari seluruh lahan seluas 6,5 hektar pada masa tanam periode Juli hingga Oktober 2024 hanya mencapai 280 kg, dengan harga jual Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.000 per kg. Hal ini berarti petani hanya memperoleh penerimaan sebesar Rp1.680.000, sementara total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp94.191.500 hektar. Dengan demikian, petani padi di Desa Pasirawi mengalami kerugian sebesar Rp92.511.500. Hama tikus menjadi faktor utama penyebab kerugian dan gagal panen. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengendalian hama yang lebih efektif serta dukungan kebijakan dari pemerintah untuk meningkatkan keberlanjutan pertanian dan pendapatan petani.

Kata kunci: Pendapatan Petani, Kerugian, Risiko Usaha Tani

Item Type: Article
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Management
Depositing User: Pustakawan UBP Karawang
Date Deposited: 28 Jan 2026 06:18
Last Modified: 28 Jan 2026 06:18
URI: http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/6006

Actions (login required)

View Item
View Item