Azkiya, Azmi Nur (2025) Analisis Risiko Kegagalan dan Penentuan Strategi Migasi Risiko Pada Proses Produksi Tempe. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 File Judul_250019_21416226201016_Azmi Nur Azkiya.pdf
Download (476kB)
2 File Abstrak_250019_21416226201016_Azmi Nur Azkiya.pdf
Download (42kB)
3 Daftar Isi_250019_21416226201016_Azmi Nur Azkiya.pdf
Download (187kB)
4 BAB_I_250019_21416226201016_Azmi Nur Azkiya.pdf
Download (62kB)
5 BAB_II_250019_21416226201016_Azmi Nur Azkiya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (213kB)
6 BAB_III_250019_21416226201016_Azmi Nur Azkiya.pdf
Download (462kB)
7 BAB_IV_250019_21416226201016_Azmi Nur Azkiya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (832kB)
8 BAB_V_250019_21416226201016_Azmi Nur Azkiya.pdf
Download (42kB)
9 Daftar Pustaka_250019_21416226201016_Azmi Nur Azkiya.pdf
Download (110kB)
10 Lampiran_250019_21416226201016_Azmi Nur Azkiya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
11 ArtikeI_250019_21416226201016_Azmi Nur Azkiya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (607kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengukur potensi risiko kegagalan pada proses produksi tempe di Usaha Tempe Q serta menentukan strategi mitigasi risiko yang efektif. Permasalahan utama meliputi penurunan produksi dari target dan distribusi yang kurang efektif, yang memerlukan pengelolaan risiko optimal. Metode FMEA digunakan untuk mengukur risiko dari 27 potensi kegagalan yang telah diidentifikasi, yang terbagi dalam tiga kategori utama, yaitu bahan baku, proses produksi, dan distribusi. Tiga risiko prioritas utama berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN) adalah risiko penaburan ragi tidak merata (RPN 480), risiko kedelai busuk atau berjamur (RPN 420), dan risiko pendinginan terlalu lama atau cepat (RPN 350). Selanjutnya, metode AHP diterapkan untuk menentukan prioritas strategi mitigasi berdasarkan efektivitas dan relevansi. Hasilnya, tiga strategi mitigasi utama dengan bobot tertinggi adalah penggunaan alat pengaduk mekanis sederhana (bobot 0,664) untuk mengatasi risiko penaburan ragi tidak merata, penyimpanan kedelai dalam kondisi terkontrol (bobot 0,655) untuk mengurangi risiko kedelai busuk atau berjamur, dan standarisasi prosedur pendinginan dalam SOP produksi (bobot 0,621) untuk mengendalikan risiko pendinginan terlalu lama atau cepat. Implementasi strategi mitigasi ini diharapkan dapat meminimalkan kerugian, meningkatkan kualitas produk, dan mendukung keberlanjutan usaha secara optimal dengan pendekatan yang sistematis dan terukur.
Kata Kunci: AHP; FMEA; Risiko Kegagalan; Produksi Tempe.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 03:36 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 03:36 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5677 |
