Maulana, Adit Bagas (2025) Model Pemetaan Tingkat Kriminal di Kabupaten Karawang Berdasarkan Perbandingan Algoritma K-means dan Fuzzy C-means. Diploma thesis, UBP Karawang.
01 Judul_250030_19416255201026_Adit Bagas Maulana.pdf
Download (310kB)
02 Abstrak_250030_19416255201026_Adit Bagas Maulana.pdf
Download (48kB)
03 Daftar Isi_250030_19416255201026_Adit Bagas Maulana.pdf
Download (141kB)
04 Bab I_250030_19416255201026_Adit Bagas Maulana.pdf
Download (158kB)
05 Bab II_250030_19416255201026_Adit Bagas Maulana.pdf
Restricted to Registered users only
Download (314kB)
06 Bab III_250030_19416255201026_Adit Bagas Maulana.pdf
Download (160kB)
07 Bab IV_250030_19416255201026_Adit Bagas Maulana.pdf
Restricted to Registered users only
Download (490kB)
08 Bab V_250030_19416255201026_Adit Bagas Maulana.pdf
Download (39kB)
09 Daftar Pustaka_250030_19416255201026_Adit Bagas Maulana.pdf
Download (134kB)
10 Lampiran_250030_19416255201026_Adit Bagas Maulana.pdf
Restricted to Registered users only
Download (773kB)
11 Artikel_250030_19416255201026_Adit Bagas Maulana.pdf
Restricted to Registered users only
Download (731kB)
Abstract
Kriminalitas di setiap daerah mempunyai tingkat kerawanan yang berbeda-beda. Maka, untuk mengetahui tingkat kriminalitas di setiap daerah, perlu dilakukan pengelompokan kriminalitas berdasarkan data jumlah kriminalitas yang terjadi di setiap daerah, Penelitian ini menggunakan data kriminalitas di Kabupaten Karawang, dengan menggunakan metode analisis K-Means dan Fuzzy C-Means. Sebelum dilakukan pengelompokan, dilakukan penentuan jumlah klaster optimum menggunakan metode elbow. Setelah itu, dilakukan validasi metode yang digunakan di antara K-Means dan Fuzzy C-Means untuk memperoleh metode yang terbaik, dengan melihat nilai coefficient silhoutte. Hasil penelitian menunjukan bahwa algoritma K-Means menghasilkan nilai coefficient silhouette lebih tinggi yaitu 0.61, sedangkan algoritma Fuzzy C-Means hanya 0.55. Oleh karena itu, algoritma K-Means dapat dianggap lebih baik dalam menempatkan Cluster karena memiliki nilai validitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan algoritma Fuzzy C-Means. Hasil dari pengelompokan paling optimal terdapat 26 kecamatan masuk ke klaster 0 atau Tingkat kriminalitas rendah, 3 kecamatan masuk ke klaster 1 atau tingkat kriminalitas sedang dan 1 kecamatan masuk ke klaster 2 atau tingkat kriminalitas tinggi.
Kata Kunci: Clustering, Fuzzy C-Means, K-Means, Silhouette Coefficient.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Electronics and Computer Science |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 01:37 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 01:37 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5628 |
