Atoriq, Muhamad Al (2025) Analisis Pengetahuan Perilaku Dan Sikap Pada Swamedikasi Antibiotik Di Apotek Kecamatan Rengasdengklok. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 Cover_250097_21416248201096_Muhamad Al Atoriq.pdf
Download (669kB)
2 Abstrak_250097_21416248201096_Muhamad Al Atoriq.pdf
Download (131kB)
3 Daftar Isi_250097_21416248201096_Muhamad Al Atoriq.pdf
Download (411kB)
4 Bab I_250097_21416248201096_Muhamad Al Atoriq.pdf
Download (134kB)
5 Bab II_250097_21416248201096_Muhamad Al Atoriq.pdf
Restricted to Registered users only
Download (405kB)
6 Bab III_250097_21416248201096_Muhamad Al Atoriq.pdf
Download (313kB)
7 Bab IV_250097_21416248201096_Muhamad Al Atoriq.pdf
Restricted to Registered users only
Download (585kB)
8 Bab V_250097_21416248201096_Muhamad Al Atoriq.pdf
Download (36kB)
9 Daftar Pustaka_250097_21416248201096_Muhamad Al Atoriq.pdf
Download (274kB)
10 Lampiran_250097_21416248201096_Muhamad Al Atoriq.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
11 ARTIKEL_250097_21416248201096_Muhamad Al Atoriq.pdf
Restricted to Registered users only
Download (485kB)
Abstract
Penggunaan antibiotik secara swamedikasi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berpotensi menimbulkan resistensi apabila dilakukan secara tidak tepat. Di Indonesia, akses antibiotik yang relatif mudah diperoleh tanpa resep dokter menyebabkan tingginya risiko penggunaan yang tidak rasional. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat Kecamatan Rengasdengklok terhadap swamedikasi antibiotik serta menganalisis hubungan di antara ketiga aspek tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 300 responden dipilih sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang memuat pertanyaan mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji Chi-Square untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,3% responden memiliki pengetahuan baik, 23,3% cukup, dan 30,3% kurang. Sebagian besar responden memiliki sikap baik (83,7%) dan perilaku baik (85%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p = 0,000) serta antara perilaku dengan sikap (p = 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan perilaku yang baik berkontribusi terhadap terbentuknya sikap rasional masyarakat dalam penggunaan antibiotik. Meski demikian, masih diperlukan edukasi berkelanjutan dan pengawasan distribusi antibiotik agar praktik swamedikasi yang tidak tepat dapat diminimalisasi.
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Antibiotik, Swamedikasi
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 08:35 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 08:35 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5551 |
