Pratama, Ilham Bintang (2025) Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Semangka ( Citratus Lanatus) Terhadap Staphylocus aereus Dan Escherichia coli. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 Judul_250084_21416248201086_Ilham Bintang Pratama.pdf
Download (419kB)
2 Abstrak_250084_21416248201086_Ilham Bintang Pratama.pdf
Download (37kB)
3 Daftar Isi_250084_21416248201086_Ilham Bintang Pratama.pdf
Download (462kB)
4 BAB 1_250084_21416248201086_Ilham Bintang Pratama.pdf
Download (44kB)
5 BAB 2_250084_21416248201086_Ilham Bintang Pratama.pdf
Restricted to Registered users only
Download (302kB)
6 BAB 3_250084_21416248201086_Ilham Bintang Pratama.pdf
Download (203kB)
7 BAB 4_250084_21416248201086_Ilham Bintang Pratama.pdf
Restricted to Registered users only
Download (539kB)
8 BAB 5_250084_21416248201086_Ilham Bintang Pratama.pdf
Download (35kB)
9 DAFTAR PUSTAKA_250084_21416248201086_Ilham Bintang Pratama.pdf
Download (173kB)
10 LAMPIRAN_250084_21416248201086_Ilham Bintang Pratama.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
11 ARTIKEL_250084_21416248201086_Ilham Bintang Pratama.pdf
Restricted to Registered users only
Download (307kB)
Abstract
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli masih menjadi masalah kesehatan serius. Resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak rasional mendorong pencarian alternatif antibakteri dari bahan alam. Kulit semangka (Citrullus lanatus), yang sering dianggap limbah, diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% kulit semangka terhadap S. aureus dan E. Coli. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi ekstrak 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, dan 3,125%. Kontrol positif menggunakan kloramfenikol 0,3% dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit semangka mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri uji dengan zona hambat yang berbeda. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar diameter zona hambat yang terbentuk. Kesimpulannya, ekstrak kulit semangka memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami.
Kata kunci: Citrullus lanatus, antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 08:29 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 08:29 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5539 |
