Nurfadhilla, Fitri (2025) Studi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit karya Husada. Diploma thesis, UBP Karawang.
1. File Cover_250069_21416248201030_Fitri Nurfadhilla.pdf
Download (865kB)
2. File Abstrak_250069_21416248201030_Fitri Nurfadhilla.pdf
Download (534kB)
3. Daftar Isi_250069_21416248201030_Fitri Nurfadhilla.pdf
Download (953kB)
4. Bab 1_250069_21416248201030_Fitri Nurfadhilla.pdf
Download (494kB)
5. Bab 2_250069_21416248201030_Fitri Nurfadhilla.pdf
Restricted to Registered users only
Download (571kB)
6. Bab 3_250069_21416248201030_Fitri Nurfadhilla.pdf
Download (821kB)
7. Bab 4_250069_21416248201030_Fitri Nurfadhilla.pdf
Restricted to Registered users only
Download (896kB)
8. Bab 5_250069_21416248201030_Fitri Nurfadhilla.pdf
Download (399kB)
9. Daftar Pustaka_250069_21416248201030_Fitri Nurfadhilla.pdf
Download (417kB)
10. Lampiran_250069_21416248201030_Fitri Nurfadhilla.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
11. Artikel_250069_21416248201030_Fitri Nurfadhilla.pdf
Restricted to Registered users only
Download (415kB)
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia yang sering memerlukan terapi kombinasi sehingga meningkatkan risiko polifarmasi dan interaksi obat. Polifarmasi, baik minor (2–4 obat) maupun mayor (≥5 obat), dapat menyebabkan efek samping dan mengurangi efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis obat antihipertensi yang paling sering digunakan, menganalisis potensi interaksi obat, serta mengevaluasi distribusi tingkat keparahan interaksi obat pada pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Karya Husada. Penelitian dilakukan secara prospektif selama Mei–Juni 2025 dengan metode wawancara pasien dan analisis resep menggunakan Drug Interaction Checker, Medscape, dan Stockley’s Drug Interactions. Sampel dihitung dengan rumus Slovin dan diperoleh 100 pasien dari populasi 391 pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan Amlodipin merupakan obat yang paling banyak digunakan (38,46%), diikuti Candesartan (17,19%) dan Captopril (12,21%). Potensi interaksi obat ditemukan pada 89% resep, dengan distribusi keparahan interaksi: moderat 76,97%, minor 18,61%, dan mayor 6,30%. Kombinasi berisiko tinggi meliputi Candesartan + Captopril, Captopril + Furosemid, serta Amlodipin + Simvastatin. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan kuat antara jumlah obat yang dikonsumsi dan risiko interaksi, terutama pada polifarmasi mayor.
Kata Kunci: Antihipertensi, Interaksi Obat, Polifarmasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 08:22 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 08:22 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5522 |
