Abimanyu, Aditiya Rizky Putra (2025) Analisis Pelayanan Antibiotika Pada Pasien Tuberkolosis di Sarana Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Karawang. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 JUDUL_250065_21416248201065_Aditiya Rizky Putra Abimanyu.pdf
Download (454kB)
2 Abstrak_250065_21416248201065_Aditiya Rizky Putra Abimanyu.pdf
Download (38kB)
3 Daftar isi_250065_21416248201065_Aditiya Rizky Putra Abimanyu.pdf
Download (530kB)
4 BAB I_250065_21416248201065_Aditiya Rizky Putra Abimanyu.pdf
Download (151kB)
5 BAB II_250065_21416248201065_Aditiya Rizky Putra Abimanyu.pdf
Restricted to Registered users only
Download (334kB)
6 BAB III_250065_21416248201065_Aditiya Rizky Putra Abimanyu.pdf
Download (160kB)
7 BAB IV_250065_21416248201065_Aditiya Rizky Putra Abimanyu.pdf
Restricted to Registered users only
Download (371kB)
8 BAB V_250065_21416248201065_Aditiya Rizky Putra Abimanyu.pdf
Download (35kB)
9 Daftar Pustaka_250065_21416248201065_Aditiya Rizky Putra Abimanyu.pdf
Download (259kB)
10 Lampiran_250065_21416248201065_Aditiya Rizky Putra Abimanyu.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
11 ARTIKEL_250065_21416248201065_Aditiya Rizky Putra Abimanyu.pdf
Restricted to Registered users only
Download (597kB)
Abstract
Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Peran fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) swasta, seperti apotek dan klinik, sangat penting dalam mendukung program eliminasi TB melalui penyediaan obat anti-TB (OAT), edukasi pasien, serta pelaporan kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pelayanan terapi TB oleh faskes swasta di Kabupaten Karawang serta menganalisis tingkat konsumsi OAT dengan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) dan Drug Utilization 90% (DU90%). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 110 faskes (96 apotek dan 14 klinik) yang memenuhi kriteria inklusi. Data penggunaan OAT dianalisis dengan nilai DDD/1000 kunjungan pasien rawat jalan (KPRJ) dan identifikasi segmen DU90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 18% faskes yang menyediakan OAT, sebagian besar belum memiliki SOP pelayanan TB, dengan sistem pencatatan terdiri atas 51,04% komputerisasi dan 48,96% manual. Regimen yang masuk dalam segmen DU90% adalah Rifampisin (14,86%), kombinasi Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, dan Etambutol (68,48%), serta kombinasi Rifampisin 75 mg dan Isoniazid 50 mg (88,67%). Tingkat konsumsi OAT tertinggi adalah Rifampisin (6.400 DDD/1000 KPRJ), diikuti kombinasi Rifampisin 150 mg, Isoniazid 75 mg, Pirazinamid 400 mg, dan Etambutol 275 mg (3.463 DDD/1000 KPRJ). Kesimpulan, peran faskes swasta dalam eradikasi TB masih rendah dan perlu ditingkatkan, terutama melalui distribusi OAT yang merata, peningkatan kepatuhan pelaporan, dan penguatan standar pelayanan TB.
Kata kunci: tuberkulosis, obat anti-TB, ATC/DDD, DU90%, fasilitas kesehatan, resistensi obat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 08:20 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 08:20 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5518 |
