Maurizkya, Khesya Shafira (2025) Analisis Cemaran Residu Pestisida Pada Anggur ( Vvitis vinifera ) Shine Muscat Dengan Metode HPLC. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 COVER_250047_21416248201076_Khesya Shafira Maurizkya.pdf
Download (974kB)
2 ABSTRAK_250047_21416248201076_Khesya Shafira Maurizkya.pdf
Download (426kB)
3 DAFTAR ISI_250047_21416248201076_Khesya Shafira Maurizkya.pdf
Download (445kB)
4 BAB 1_250047_21416248201076_Khesya Shafira Maurizkya.pdf
Download (230kB)
5 BAB 2_250047_21416248201076_Khesya Shafira Maurizkya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (465kB)
6 BAB 3_250047_21416248201076_Khesya Shafira Maurizkya.pdf
Download (522kB)
7 BAB 4_250047_21416248201076_Khesya Shafira Maurizkya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (610kB)
8 BAB 5_250047_21416248201076_Khesya Shafira Maurizkya.pdf
Download (218kB)
9 DAFTAR PUSTAKA_250047_21416248201076_Khesya Shafira Maurizkya.pdf
Download (457kB)
10 LAMPIRAN_250047_21416248201076_Khesya Shafira Maurizkya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
11 Artikel_250047_21416248201076_Khesya Shafira Maurizkya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (595kB)
Abstract
Laporan Thai-PAN dan Dewan Konsumen Thailand (TCC) tahun 2024 mengungkapkan bahwa sebagian besar anggur Shine Muscat yang beredar di pasar Thailand mengandung residu pestisida melebihi ambang batas yang ditetapkan, termasuk klorpirifos yang telah dilarang penggunaannya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan konsumsi buah impor, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis kadar residu pestisida pada anggur Shine Muscat yang dijual di Kota Karawang, baik sebelum maupun sesudah pencucian, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan Batas Maksimum Residu (BMR) yang berlaku di Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan metode kuantitatif High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan kolom ODS-C18 dan fase gerak air:metanol (70:30) pada pH 7. Validasi metode dilakukan melalui uji presisi, linearitas, LOD-LOQ, dan akurasi. Sampel diperoleh dari tiga titik penjualan, yaitu supermarket, minimarket, dan toko buah segar, dengan dua perlakuan: tanpa pencucian dan setelah pencucian. Hasil penelitian menunjukkan kadar residu pestisida sebelum pencucian berkisar antara 1,8–4,9 mg/L dan menurun menjadi 0,28–3,9 mg/L setelah pencucian. Validasi metode menunjukkan hasil yang baik dengan R² = 0,9946; LOD = 0,086 mg/L; LOQ = 0,286 mg/L; persen recovery 97,75–100,5%; dan koefisien variasi 0,00389%. Kadar residu pestisida pada anggur 1 (1,8 ± 4,77 mg/L) dan anggur 2 (1,8 ± 1,80 mg/L) telah melampaui BMR, sedangkan pada anggur 3 tetap melebihi BMR baik sebelum pencucian (4,9 ± 10,42 mg/L) maupun setelah pencucian (3,9 ± 20,79 mg/L). Temuan ini menunjukkan bahwa anggur Shine Muscat yang diuji di Karawang belum memenuhi standar keamanan konsumsi meskipun telah melalui proses pencucian.
Kata Kunci: Cemaran, Residu Pestisida, Anggur Shine Muscat, HPLC
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 08:14 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 08:14 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5500 |
