Cindiansya, Cindiansya (2025) Evaluasi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dalam Pembelian Obat Swamedikasi di Apotek Manfaat Insani. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 JUDUL_250012_21416248201025_Cindiansya.pdf
Download (1MB)
2 ABSTRAK_250012_21416248201025_Cindiansya.pdf
Download (38kB)
3 DAFTAR ISI_250012_21416248201025_Cindiansya.pdf
Download (51kB)
4 BAB 1_250012_21416248201025_Cindiansya.pdf
Download (44kB)
5 BAB 2_250012_21416248201025_Cindiansya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (261kB)
6 BAB 3_250012_21416248201025_Cindiansya.pdf
Download (310kB)
7 BAB 4_250012_21416248201025_Cindiansya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (259kB)
8 BAB 5_250012_21416248201025_Cindiansya.pdf
Download (134kB)
9 DAFTAR PUSTAKA_250012_21416248201025_Cindiansya.pdf
Download (166kB)
10 LAMPIRAN_250012_21416248201025_Cindiansya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
11 Artikel_250012_21416248201025_Cindiansya.pdf
Restricted to Registered users only
Download (367kB)
Abstract
Swamedikasi telah menjadi salah satu bentuk perilaku pengobatan mandiri yang umum dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis. Meskipun memberikan kemudahan dan efisiensi, penggunaan obat tanpa resep dokter berpotensi menimbulkan risiko jika tidak disertai pengetahuan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan masyarakat dalam pembelian obat swamedikasi di Apotek Manfaat Insani. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner kepada 97 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34% responden memiliki pengetahuan baik, 27% memiliki pengetahuan cukup, dan 39% memiliki pengetahuan kurang. Aspek pengetahuan tertinggi terdapat pada cara memperoleh obat (69,3), sedangkan aspek terendah pada cara membuang obat (54,2). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan status pekerjaan dengan tingkat pengetahuan, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan jenis kelamin dan tingkat pendidikan. Kesimpulannya, sebagian besar masyarakat masih memerlukan edukasi terkait penggunaan obat swamedikasi yang aman dan tepat. Penelitian ini memberikan dampak penting bagi pengembangan strategi edukasi di apotek untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat secara mandiri.
Kata Kunci: swamedikasi, pengetahuan masyarakat, obat bebas, apotek, edukasi kesehatan
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 07:25 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 07:25 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5459 |
