Valentina, Della Putri (2025) Hidrogel Fraksi Etil Asetat Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata Prain) Untuk Luka Insisi Secara In Vivo. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 JUDUL_250010_21416248201032_Della Putri Valentina.pdf
Download (607kB)
2 ABSTRAK_250010_21416248201032_Della Putri Valentina.pdf
Download (414kB)
3 DAFTAR ISI_250010_21416248201032_Della Putri Valentina.pdf
Download (239kB)
4 BAB I_250010_21416248201032_Della Putri Valentina.pdf
Download (229kB)
5 BAB II_250010_21416248201032_Della Putri Valentina.pdf
Restricted to Registered users only
Download (612kB)
6 BAB III_250010_21416248201032_Della Putri Valentina.pdf
Download (591kB)
7 BAB IV_250010_21416248201032_Della Putri Valentina.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
8 BAB V_250010_21416248201032_Della Putri Valentina.pdf
Download (215kB)
9 DAFTAR PUSTAKA_250010_21416248201032_Della Putri Valentina.pdf
Download (359kB)
10 LAMPIRAN_250010_21416248201032_Della Putri Valentina.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
11 ARTIKEL_250010_21416248201032_Della Putri Valentina.pdf
Restricted to Registered users only
Download (797kB)
Abstract
Luka insisi merupakan jenis luka terbuka akibat benda tajam yang menyebabkan kerusakan jaringan dan perdarahan, diikuti proses hemostasis dan peradangan, sehingga memerlukan penanganan efektif untuk mempercepat penyembuhan serta mencegah infeksi dan komplikasi lanjutan. Tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid, di mana flavonoid berperan penting dalam mempercepat proses regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan fraksi etil asetat daun lidah mertua dalam bentuk sediaan hidrogel serta mengevaluasi stabilitas fisik dan efektivitasnya terhadap penyembuhan luka insisi secara in vivo. Hidrogel diformulasikan dalam tiga konsentrasi (6,25%, 12,5%, dan 25%) dan diuji stabilitasnya selama 12 hari melalui parameter organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat, serta dilanjutkan dengan uji in vivo pada tikus jantan galur Sprague Dawley. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formulasi stabil secara organoleptik dan homogen, dengan pH tetap dalam rentang fisiologis kulit (4,5–6,5). Viskositas menurun namun masih sesuai standar SNI (2000–4000 cP). Daya sebar mengalami penurunan, tetapi formulasi F1 lebih stabil, dan daya lekat semua formulasi memenuhi kriteria baik kurang dari 4 detik. Uji FTIR mendeteksi asam galat pada 2500-3100cm-1 dari seluruh formulasi. Hasil uji in vivo menunjukkan bahwa hidrogel dengan konsentrasi 25% memiliki efektivitas tertinggi dalam mempercepat penyembuhan luka, ditunjukkan dengan pemendekan panjang luka secara signifikan. Dengan demikian, fraksi etil asetat lidah mertua berpotensi sebagai bahan aktif dalam hidrogel topikal untuk terapi luka insisi.
Kata kunci : Hidrogel, Sansevieria trifasciata, luka insisi, Fraki Etil Asetat, In Vivo
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 07:25 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 07:25 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/5457 |
