Sahroki, Muhamad (2024) Analisis Potensi Bahaya dan Risiko Kecelakaan Kerja di PT Hijau Elektronika Indonesia Dengan Metode Hirarc dan FMEA. Diploma thesis, UBP Karawang.
1. File Judul_240035_20416226201114_Muhamad Sahroki.pdf
Download (213kB)
2. File Abstrak_240035_20416226201114_Muhamad Sahroki.pdf
Download (39kB)
3. Daftar Isi_240035_20416226201114_Muhamad Sahroki.pdf
Download (523kB)
4. BAB_I_240035_20416226201114_Muhamad Sahroki.pdf
Download (283kB)
5. BAB_II_240035_20416226201114_Muhamad Sahroki.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
6. BAB_III_240035_20416226201114_Muhamad Sahroki.pdf
Download (426kB)
7. BAB_IV_240035_20416226201114_Muhamad Sahroki.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
8. BAB_V_240035_20416226201114_Muhamad Sahroki.pdf
Download (38kB)
9. Daftar Pustaka_240035_20416226201114_Muhamad Sahroki.pdf
Download (158kB)
10. Lampiran_240035_20416226201114_Muhamad Sahroki.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
11. Artikel_240035_20416226201114_Muhamad Sahroki.pdf
Restricted to Registered users only
Download (690kB)
Abstract
Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, PT Hijau Elektronika Indonesia mengalami beberapa kasus kecelakaan kerja mulai dari kecelakaan yang berisiko ringan sampai dengan berat. Kecelakaan kerja yang terjadi biasanya diakibatkan karena pekerja yang kurang fokus dalam melakukan pekerjaan, lingkungan kerja yang kotor, kurang rapih serta tidak mengikuti SOP. Maka dari itu dalam upaya pencegahan untuk meminimalisir kecelakaan dalam bekerja, perlu dilakukannya pengendalian risiko bahaya serta memberikan usulan yang dapat diterapkan oleh perusahaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), Failure Mode and Effects Analaysis (FMEA) dan Fishbone Diagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas kedua metode tersebut dalam mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan merumuskan tindakan pengendalian risiko yang sesuai dengan kondisi kerja di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terdapat 16 potensi bahaya. Potensi bahaya yang terdapat pada Proses Incoming Raw Material yaitu sebanyak 4, pada proses Injection terdapat 4, pada proses Printing terdapat 4, pada proses Spray terdapat 4, serta didapatkan nilai RPN tertinggi sebesar 82,7 yang kemudian hasil tersebut dijadikan prioritas untuk pengendalian risiko. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan yaitu menerapkan prinsip 5R, pemasangan display berupa rambu bahaya, menambah sirkulasi udara dan penggunaan alat pelindung diri.
Kata Kunci: potensi bahaya, risiko kecelakaan, HIRARC, FMEA
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 03:15 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 03:15 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/4750 |
