Beban Kerja Mental Dan Stres Kerja Pegawai Operasional Dengan Kerja Bergilir

Putrantijo, Nuga (2026) Beban Kerja Mental Dan Stres Kerja Pegawai Operasional Dengan Kerja Bergilir. Belum diketahui.

[thumbnail of 1. Judul_260009_22416273201306_Nuga Putrantijo.pdf] Text
1. Judul_260009_22416273201306_Nuga Putrantijo.pdf

Download (147kB)
[thumbnail of 2. Daftar Isi_260009_22416273201306_Nuga Putrantijo.pdf] Text
2. Daftar Isi_260009_22416273201306_Nuga Putrantijo.pdf

Download (20kB)
[thumbnail of 3. Artikel_260009_22416273201306_Nuga Putrantijo.pdf] Text
3. Artikel_260009_22416273201306_Nuga Putrantijo.pdf
Restricted to Registered users only

Download (228kB)
[thumbnail of 4. Lampiran_260009_22416273201306_Nuga Putrantijo.pdf] Text
4. Lampiran_260009_22416273201306_Nuga Putrantijo.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Stres kerja merupakan tantangan signifikan dalam organisasi pelayanan publik dengan sistem kerja bergilir yang menuntut kapasitas kognitif tinggi dan pengambilan keputusan cepat. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh beban kerja mental terhadap stres kerja pada pegawai operasional dalam sistem kerja bergilir 24 jam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi terdiri dari 500 pegawai operasional aktif, dengan sampel 258 responden yang diperoleh melalui teknik snowball sampling. Data dikumpulkan menggunakan NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengukur beban kerja mental dan Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur stres kerja. Analisis dilakukan menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear sederhana dengan sofware JASP 0.95.2.0. Hasil menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan (r = 0,749; p < 0,001), dengan beban kerja mental menjelaskan 56,2% variasi stres kerja (R² = 0,562; β = 0,297; p < 0,001). Disimpulkan bahwa beban kerja mental merupakan prediktor dominan stres kerja dalam sistem kerja bergilir. Rekomendasi mencakup perancangan kerja bergilir berbasis ritme biologis, pengendalian tuntutan kognitif, serta implementasi intervensi regulasi stres berbasis organisasi. Secara ilmiah, temuan ini memperkuat model prediktif stres kerja berbasis beban kognitif pada konteks operasional layanan publik berisiko tinggi.

Kata kunci: beban kerja mental, kerja bergilir, NASA-TLX, PSS-10, stres kerja

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Psychology
Depositing User: Pustakawan UBP Karawang
Date Deposited: 04 Nov 2026 01:55
Last Modified: 04 Nov 2026 01:55
URI: http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/6801

Actions (login required)

View Item
View Item