Wulandari, Fitria (2025) Studi In Silico Turunan Semyawa Induk Quercetin, Curcumin, Dan Gedunin Sebagai Inhibitor Enzim Butyrylcholinesterase Pada Penyakit Alzheimer. Diploma thesis, UBP KARAWANG.
1. Judul_250103_22416248201136_Fitria Wulandari.pdf
Download (344kB)
2. Abstrak_250103_22416248201136_Fitria Wulandari.pdf
Download (190kB)
3. Daftar Isi_250103_22416248201136_Fitria Wulandari.pdf
Download (223kB)
4. BAB _I_250103_22416248201136_Fitria Wulandari.pdf
Download (182kB)
5. BAB II_250103_22416248201136_Fitria Wulandari.pdf
Restricted to Registered users only
Download (475kB)
6. BAB III_250103_22416248201136_Fitria Wulandari.pdf
Download (196kB)
7. BAB IV_250103_22416248201136_Fitria Wulandari.pdf
Restricted to Registered users only
Download (354kB)
8. BAB V_250103_22416248201136_Fitria Wulandari.pdf
Download (134kB)
9. Daftar Pustaka_250103_22416248201136_Fitria Wulandari.pdf
Download (232kB)
10. Lampiran_250103_22416248201136_Fitria Wulandari.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
11. artikel_250103_22416248201136_Fitria Wulandari.pdf
Restricted to Registered users only
Download (269kB)
Abstract
Penyakit Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif akibat gangguan sistem kolinergik, sehingga penghambatan enzim butyrylcholinesterase (BChE) menjadi salah satu pendekatan terapi yang potensial, terutama pada tahap lanjut penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan potensi senyawa turunan quercetin, curcumin, dan gedunin sebagai kandidat inhibitor BChE melalui pendekatan in silico menggunakan metode molecular docking terhadap protein target PDB ID 5K5E, serta analisis profil farmakokinetika dan toksisitas (ADMET). Proses docking dilakukan menggunakan perangkat lunak Molegro Virtual Docker dengan parameter yang telah divalidasi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh senyawa uji memiliki nilai rerank score negatif yang menandakan adanya interaksi stabil dengan sisi aktif enzim BChE. Kelompok turunan curcumin, yaitu curcumin, tetrahydrocurcumin, demethoxycurcumin, dihydrocurcumin, dan cyclocurcumin menunjukkan nilai rerank score yang lebih rendah dibandingkan senyawa pembanding rivastigmine, sehingga mengindikasikan afinitas pengikatan yang lebih baik terhadap enzim BChE. Analisis ADMET menunjukkan bahwa sebagian besar senyawa memiliki profil farmakokinetika dan toksisitas yang cukup baik. Kesimpulannya, senyawa turunan curcumin berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat inhibitor BChE pada terapi Alzheimer, namun tetap memerlukan validasi lanjutan melalui pengujian in vitro dan in vivo.
Kata kunci: Alzheimer, Butyrylcholinesterase, Molecular Docking, senyawa alami, ADMET
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 06:48 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 06:48 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/6493 |
