Analisis Efisiensi Kerja Teknisi Maintenance AC Menggunakan Metode Full-Time Equivalent (FTE) Dan Time Motion Study

Sukendar, Dede (2026) Analisis Efisiensi Kerja Teknisi Maintenance AC Menggunakan Metode Full-Time Equivalent (FTE) Dan Time Motion Study. Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika., 5 (3). ISSN 2963-7805

[thumbnail of 1. Judul_260004_22416226201163_Dede Sukendar.pdf] Text
1. Judul_260004_22416226201163_Dede Sukendar.pdf

Download (330kB)
[thumbnail of 2. Daftar Isi_260004_22416226201163_Dede Sukendar.pdf] Text
2. Daftar Isi_260004_22416226201163_Dede Sukendar.pdf

Download (35kB)
[thumbnail of 3. ARTIKEL_260004_22416226201163_Dede Sukendar.pdf] Text
3. ARTIKEL_260004_22416226201163_Dede Sukendar.pdf
Restricted to Registered users only

Download (976kB)
[thumbnail of 4. Lampiran_260004_22416226201163_Dede Sukendar.pdf] Text
4. Lampiran_260004_22416226201163_Dede Sukendar.pdf
Restricted to Registered users only

Download (689kB)

Abstract

Pemeliharaan sistem pendingin udara merupakan aktivitas vital untuk menjaga keandalan fasilitas produksi di industri manufaktur. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menyeimbangkan beban kerja delapan teknisi pemeliharaan AC yang beroperasi secara bersamaan di empat area kerja yang berbeda. Observasi lapangan dilakukan menggunakan pendekatan Studi Waktu Stopwatch dengan metode shadowing untuk mengukur durasi kerja aktual, kemudian dianalisis menggunakan metode Full-Time Equivalent (FTE). Hasil evaluasi awal menunjukkan ketidakseimbangan beban kerja yang signifikan antar operator; dua operator di Area 2 (Area Finishing) mengalami kelebihan beban dengan indeks FTE rata-rata 1,49 (149%), sedangkan dua operator di Area 3 (Area Pengecoran dan Pelapisan) mengalami kekurangan beban dengan FTE rata-rata 0,92 (92%). Melalui skenario simulasi perbaikan yang berfokus pada penghapusan pemborosan dan standardisasi waktu standar per unit AC, inefisiensi durasi aktivitas berhasil dikurangi. Pengurangan waktu terbuang sebesar 6.452 menit/bulan di Area 2 dan penyerapan kelebihan jadwal ke Area 3 menghasilkan normalisasi semua area kerja ke status beban kerja (FTE 1,10-1,17). Kondisi beban kerja rendah yang muncul di Area 1 dan Area 3 pasca-optimasi tidak ditujukan untuk mengurangi tenaga kerja, melainkan dioptimalkan melalui strategi perluasan pekerjaan berupa aktivitas inspeksi 5S rutin, penyelesaian daftar periksa pemeliharaan preventif, dan fungsi dukungan lintas area. Studi ini membuktikan bahwa penyeimbangan beban kerja berdasarkan data waktu nyata mampu menghasilkan alokasi tenaga kerja yang optimal dan seimbang tanpa menambah atau mengurangi personel.

Kata kunci: Karyawan Penuh Waktu; Pemeliharaan AC; Penyeimbangan Beban Kerja; Perluasan Pekerjaan; Studi Waktu Stopwatch.

Item Type: Article
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Pustakawan UBP Karawang
Date Deposited: 07 Oct 2026 07:22
Last Modified: 07 Oct 2026 07:22
URI: http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/6453

Actions (login required)

View Item
View Item