Sephia, Ridha Alisthipa (2025) Penapisan Fitokimia dan Etnofarmakognosti Terhadap Tumbuhan Obat di Desa Darawolong Kecamatan Purwasari. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 Cover_250094_20416248201021_Ridha Alisthipa Sephia.pdf
Download (558kB)
2 Abstrak_250094_20416248201021_Ridha Alisthipa Sephia.pdf
Download (219kB)
3 Daftar Isi_250094_20416248201021_Ridha Alisthipa Sephia.pdf
Download (244kB)
4 Bab I_250094_20416248201021_Ridha Alisthipa Sephia.pdf
Download (336kB)
5 Bab II_250094_20416248201021_Ridha Alisthipa Sephia.pdf
Restricted to Registered users only
Download (374kB)
6 Bab III_250094_20416248201021_Ridha Alisthipa Sephia.pdf
Download (537kB)
7 Bab IV_250094_20416248201021_Ridha Alisthipa Sephia.pdf
Restricted to Registered users only
Download (697kB)
8 Bab V_250094_20416248201021_Ridha Alisthipa Sephia.pdf
Download (218kB)
9 Daftar Pustaka_250094_20416248201021_Ridha Alisthipa Sephia.pdf
Download (481kB)
10 Lampiran_250094_20416248201021_Ridha Alisthipa Sephia.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Etnofarmakognosi merupakan studi tentang penggunaan tradisional tanaman obat oleh berbagai kelompok etnis atau budaya. Penemuan bahan obat terkini yang dapat dibuktikan dengan pendekatan ilmiah, salah satunya melalui kajian etnofarmakognosi di desa Darawolong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mencatat berbagai tanaman yang digunakan oleh masyarakat di Desa Darawolong , Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat sebagai obat, serta melakukan analisis fitokimia untuk memahami kandungan kimianya. Selain itu, penelitian ini untuk mengevaluasi apakah pengetahuan tradisional masyarakat tentang penggunaan tanaman obat sesuai dengan hasil kajian etnofarmakognosi dan penelitian ilmiah yang telah dilakukan. Metode pengujian dilakukan dengan metode deskriptif dengan identifikasi dan wawancara di lapangan, pengumpulan data menggunakan teknik snowball sampling, dengan penyajian data kuantitatif yaitu mengukur persentase keadaan, uji penapisan fitokimia seperti pengujian yang menggunakan berbagai reagen untuk mengidentifikasi alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid/steroid, polifenol, monoseskuiterpenoid dan kuinon penentu tanaman. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa cara pengolahan tumbuhan obat pada umumnya direbus dengan air panas kemudian diminum airnya. Pemakaian tanaman obat untuk kesehatan oleh masyarakat desa Darawolong adalah secara tunggal dan kombinasi dengan tumbuhan lain. Hasil penelitian dari ke-20 tanaman obat teridentifikasi memiliki senyawa kimia, pada dasarnya penggunaan Tanaman Obat yang dilakukan oleh masyarakat Desa Darawolong memiliki beberapa kesamaan secara studi literatur ilmiah Etnofarmakognosi dari mulai penggunaannya sampai dengan khasiat.
Kata kunci: Penapisan Fitokimia, Etnofarmakognosi, Desa Darawolong
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 07:54 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 07:54 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/6148 |
