Firdaus, Rifki (2025) Identifikasi Risiko Kegagalan Proswes Produksi Dengan Metode Failure Mode Effeck Analysis Di Perusahaan Bumbu Makanan. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 Judul_250091_18416226201236_Rifki Firdaus.pdf
Download (796kB)
2 ABSTRAK_250091_18416226201236_Rifki Firdaus.pdf
Download (39kB)
3 Daftar isi_250091_18416226201236_Rifki Firdaus.pdf
Download (48kB)
4 Bab 1_250091_18416226201236_Rifki Firdaus.pdf
Download (183kB)
5 Bab 2_250091_18416226201236_Rifki Firdaus.pdf
Restricted to Registered users only
Download (832kB)
6 Bab 3_250091_18416226201236_Rifki Firdaus.pdf
Download (670kB)
7 Bab 4_250091_18416226201236_Rifki Firdaus.pdf
Restricted to Registered users only
Download (872kB)
8 Bab 5_250091_18416226201236_Rifki Firdaus.pdf
Download (141kB)
9 Daftar Pustaka_250091_18416226201236_Rifki Firdaus.pdf
Download (162kB)
10 Lampiran_250091_18416226201236_Rifki Firdaus.pdf
Restricted to Registered users only
Download (869kB)
Abstract
Industri bumbu makanan memiliki peran krusial dalam rantai pasok pangan. Keberlangsungan proses produksinya sangat penting untuk memenuhi permintaan pasar. Kegagalan dalam proses produksi dapat mengakibatkan kerugian material, penundaan pengiriman, hingga penurunan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko kegagalan yang mungkin terjadi dalam proses produksi bumbu makanan dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Produk A merupakan salah satu jenis bumbu makanan yang diproduksi di perusahaan bumbu makanan dan merupakan jenis bumbu makanan yang dipadatkan. Pencapaian produksi produk A pada proses produksinya selalu tidak tercapai setiap tahun, tidak tercapainya pencapaian produksi diakibatkan oleh adanya kegagalan dalam proses produksi produk A, oleh karena itu peneliti akan mengidentifikasi risiko kegagalan proses produksi produk A di perusahaan bumbu makanan tersebut dengan menggunakan metode failure mode effect analysis. Berdasarkan hasil identifikasi pada proses produksi produk A terdapat 29 jenis kegagalan yang terjadi. Kegagalan diverifikasi menggunakan analisis pohon keputusan dan didapatkan 12 jenis kegagalan untuk dianalisa lebih lanjut. Berdasarkan hasil penelitian produk mudah rapuh merupakan jenis kegagalan dengan nilai RPN (Risk Priority Number) tertinggi yaitu 700. Solusi yang diberikan oleh peneliti dalam upaya mengurangi kegagalan tersebut yaitu modififikasi proses produksi dengan menambahkan proses dry granulation, melakukan analisa lebih lanjut terkait perekat yang digunakan, Punch dan Die harus diperhatikan lebih intens ketika proses preventive maintenance berlangsung.
Kata Kunci: FMEA, Manajemen Risiko, Pencapaian Produksi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 06:48 |
| Last Modified: | 30 Mar 2026 06:48 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/6087 |
