Aminudin, Mohamad Anggi (2025) Analisis Faktor Penyebab Penurunan Produktivitas Produk Sparepart Pada Proses Stamping MenggunakanMetode FMEA di PT CRZ. Diploma thesis, UBP Karawang.
1 FILE JUDUL_250046_21416226201177_Mohamad Anggi Aminudin.pdf
Download (432kB)
2 FILE ABSTRAK_250046_21416226201177_Mohamad Anggi Aminudin.pdf
Download (418kB)
3 FILE DAFTAR ISI_250046_21416226201177_Mohamad Anggi Aminudin.pdf
Download (233kB)
4 FILE BAB I_250046_21416226201177_Mohamad Anggi Aminudin.pdf
Download (442kB)
5 FILE BAB II_250046_21416226201177_Mohamad Anggi Aminudin.pdf
Restricted to Registered users only
Download (673kB)
6 FILE BAB III_250046_21416226201177_Mohamad Anggi Aminudin.pdf
Download (450kB)
7 FILE BAB IV_250046_21416226201177_Mohamad Anggi Aminudin.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
8 FILE BAB V_250046_21416226201177_Mohamad Anggi Aminudin.pdf
Download (319kB)
9 FILE DAFTAR PUSTAKA_250046_21416226201177_Mohamad Anggi Aminudin.pdf
Download (438kB)
10 LAMPIRAN_250046_21416226201177_Mohamad Anggi Aminudin.pdf
Restricted to Registered users only
Download (734kB)
11 ARTIKEL_250046_21416226201177_Mohamad Anggi Aminudin.pdf
Restricted to Registered users only
Download (739kB)
Abstract
Penurunan produktivitas merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh industri manufaktur, termasuk PT CRZ yang bergerak dalam produksi sparepart logam. Berdasarkan data produksi periode Januari–Maret 2025, terdapat ketidaksesuaian antara output aktual dan target produksi akibat tingginya downtime, terutama pada proses stamping. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penurunan produktivitas dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, serta catatan produksi, spesifikasi mesin, dan histori downtime. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem dies menjadi faktor dominan penyebab downtime dengan total waktu sebesar 3.372 menit atau 64% dari keseluruhan periode penelitian. Identifikasi mode kegagalan pada komponen dies menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi pada Punch Piercing sebesar 350, diikuti oleh Insert Punch Dies (224), Stopper (120), Spring (120), dan Lifter/Pilot Jig (60). Berdasarkan analisis tersebut, disusun rencana tindakan mitigasi menggunakan pendekatan 5W1H berupa standarisasi toleransi clearance, SOP dandori, penggantian baut ber-grade tinggi, penggunaan dowel pin, serta penggantian spring berdasarkan umur pakai. Penerapan usulan mitigasi ini diharapkan dapat mengurangi downtime, menekan produk cacat, meningkatkan keandalan dies, serta mendukung peningkatan produktivitas pada proses stamping di PT CRZ secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Downtime, FMEA, Produktivitas, Risk Priority Number (RPN), Stamping.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Pustakawan UBP Karawang |
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 06:44 |
| Last Modified: | 30 Mar 2026 06:44 |
| URI: | http://repository.ubpkarawang.ac.id/id/eprint/6081 |
